Selasa, 25 Januari 2011

TRAUMA OBONG-OBONGAN PEMILU KADA 2006 TERULANG, POLRES TUBAN ADAKAN DO’A BERSAMA SIRAMAN ROHANI

Dalam rangka menjelang PEMILU KADA Kabupaten Tuban yang akan dilaksanakan pada 1 Maret 2011 mendatang POLRES Tuban mengadakan Do’a Bersama Siraman Rohani dengan tema “MENUJU PEMILU KADA KABUPATEN TUBAN TAHUN 2011 YANG AMAN DAN TERTIB” pada hari Selasa tanggal 25 Januari 2011, Pukul 20:30 s/d 22:48 yang bertempat dilapangan POLRES Tuban. Acara tersebut dibuka untuk umum, dan mengundang para tokoh masyarakat Tuban seperti Riza Salahudin Habibi, SH ( Menantu KH. Mustofa Bisri ), Prof. DR. KH. Abdul Matin, SH dan KH. Musyaffa’. Tokoh nasional juga diundang oleh POLRES Tuban yaitu Prof. KH. Mustofa Bisri ( Gus Mus ) dari Rembang serta mengundang ke-6 Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati yakni 1. Chamim Amir – Ashadi ( Jalur independen ) 2. Kristiawan – Haeny Relawati WD, M.Si 3. Muhammad Anwar – Tulus Setyo Utomo 4. Fatchul Huda – Noor Nahar Husain 5. Setiajid – Bambang Hunter 6. Dr. Bambang Lukmantoro - Edy Toyibi ( Independen ). Dilihat dari temanya yang diusung POLRES Tuban ini tentu sebagai upaya preventif atas kejadian rusuh, anarkis, membakar pendopo Kabupaten Tuban, membakar rumah, membakar gudang 99, membakar SPBU dan membakar hotel milik Bupati terpilih Haeny Relawati WD, M.Si pada PEMILU KADA tahun 2006 yang lalu.
Acara yang ke-1 / pertama sambutan Kapolres Tuban AKBP. Nyoman Lastika, M.Si pada sambutannya Kapolres berharap PEMILIU KADA Kabupaten Tuban yang akan dilaksanakan 1 Maret 2011 berlangsung secara tertib, aman, ukhuwah, bersih, asri, dan aman. Kapolres juga mengatakan yang menang pada PEMILU KADA Kabupaten Tuban 2011 jangan banyak bicara, nantinya bisa memancing amarah yang kalah dan yang kalah harus menerima kekalahannya. Setelah sambutan acara yang ke-1 / pertama oleh Kapolres Tuban sambutan yang ke-2 adalah seorang tokoh Kiai yang dianggap Kiai tertua di Tuban. Beliau adalah Prof. DR. KH. Abdul Matin, SH dalam pidatonya beliau mengatakan “Yang menang dalam PEMILU KADA Kabupaten Tuban adalah masyarakat Tuban”. Maksud dari perkataan beliau tersebut adalah bentuk sikap beliau yang netral dan tidak memihak kepada ke-6 Calon pasangan Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Tuban periode 2011-2016. Cabup dan Cawabup yang menang dalam PEMILU KADA nanti adalah untuk memimpin masyarakat Tuban, jadi yang menang adalah masyarakat Tuban, begitulah kata Prof. DR. KH. Abdul Matin, SH dalam pidatonya. Acara yang ke-3 adalah Zikir dan Do’a yang dipimpin oleh KH. Musyaffa’. Dalam Zikir dan Do’a yang dipimpin KH. Musyaffa’ memanjatkan Do’a semoga seluruh Cabup dan Cawabup diberikan hidayah dan bimbingan oleh Allah S.W.T. Pada acara yang ke-4 adalah penutup yang di isi oleh Prof. KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) dari Rembang, dalam tausiahnya beliau banyak menyampaikan pesan-pesannya kepada audien, terutama untuk masyarakat Tuban dan Cabup – Cawabup. Dalam sambutannya, Gus Mus mengaku di minta POLRES Tuban untuk memberikan tausiah dan Do’a kepada masyarakat Tuban agar PEMILU KADA di Kabupaten Tuban 1 Maret 2011 nanti berlangsung tertib, ukhuwah, bersih, asri, dan aman. Dalam Do’anya Gus Mus mendo’akan Semoga PEMILU KADA ini tertib, aman, tidak ada obong-obongan lagi, semoga semua calon mendapat kebaikan. Dalam sambutannya Gus Mus juga mempersilahkan kepada semua Cabup dan Cawabup untuk meminta dukungan kepada Kiai yang mendukung, asalkan jangan meminta dukungan kepada KPU, Kejaksaan karena itu adalah lembaga yang independen, beliau juga melarang mengajak kampanye Gusti Allah, nanti kualat. Begitulah ujar beliau yang agak nyleneh dan sambil tertawa. Gus Mus juga mendo’akan semoga dapat Kepala Daerah yang takut kepada Gusti Allah dan cinta kepada rakyatnya. Dalam tausiahnya Gus Mus juga bercerita tentang Nabi Muhammad seorang pemimipin yang adil dan ini adalah sebagai contoh yang baik dan harus ditiru Cabup dan Cawabup yang terpilih nanti. Beliau juga bercerita tentang Sunan Bonang yang makamnya ada di Tuban, Sunan Bonang adalah penyebar Agama Islam dengan cinta dan kasih, bahkan dengan seni. Sehingga ada alat musik yang namanya Bonang yang dijadikan media untuk menyebarkan luaskan Islam, beliu bercerita Sunan Bonang karena Sunan Bonang menjadi bagian sejarah Tuban. Gus Mus berpesan agar kampanye dengan cinta dan kasih seperti yang dilakukan Sunan Bonang, yang menang jangan tepuk dada dan yang kalah lapang dada. Dalam menuju perjalanannya untuk memenuhi undangan POLRES Tuban Gus Mus mampir ke salah satu Pondok Pesantren terbesar di Tuban, yaitu Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah dan kebetulan Pengasuh Pondok Pesantren tersebut adalah milik menantunya sendiri yakni Riza Salahudin Habibi, SH yang juga mendapat undangan sebagai tokoh masyarakat Tuban untuk menghadiri undangan Do’a Bersama Siraman Rohani di POLRES Tuban. Jadi dari pihak keamanan POLRES Tuban menjemput dan mengawal Gus Mus beserta Rombongan yang terdiri dari Pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah, Host Ustad Sifa’udin S.Ag yang juga santri Pondok, grup Hadrah Madrasah Aliyah Ash-Shomadiyah dan para santri.

Oleh : M. WIDAD

Mahasiswa Prodi : Ilmu Komunikasi
Fakultas : FISIP
Universitas : UNIROW Tuban
Contac : +6285648214420