Politik
Selasa, 13 Maret 2012
Rencana Pemerintah akan menaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dan TDL (Tarif Dasar Listrik) awal bulan April mendatang menuai protes dari berbagai pihak. Selasa 13/03 FPRR (Forum Peduli Rakyat Rembang) melakukan aksi penolakan rencana Pemarintah untuk menaikan harga BBM dan TDL. Kenaikan harga BBM dan TDL menurut FPRR sebagai cerminan kebijakan Pemerintah yang tidak pro rakyat. Seharusnya yang dilakukan pemerintah bukan menaikan BBM dan TDL, akan tetapi membasmi korupsi agar APBN cukup untuk memberikan subsidi kepada rakyat.
Start aksi dimulai dari kampus STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Rembang, di kampus tersebut FPRR mengajak mahasiswa turut berpartisipasi atas penolakan kenaikan BBM dan TDL, beberapa mahasiswa STIE pun ikut turut memberikan dukungan aksi penolakan kenaikan BBM dan TDL dengan tanda tangan pada kain yang terbentang sepanjang 35 meter sebagai tanda dukungan atas aksi penolakan kenaikan harga BBM dan TDL.
Dari kampus STIE Rembang selanjutnya FPRR berorasi di bundaran depan gedung DPRD Rembang. Dalam orasinya FPRR mengajak DPRD Rembang untuk menolak rencana Pemerintah pusat menaikan harga BBM dan TDL. Setelah orasi di bundaran Rembang, FPRR melanjutkan orasinya di depan gedung DPRD Rembang, tak lama kemudian perwakilan anggota FPRR lima orang masuk kedalam gedung DPRD Rembang untuk melakukan audiensi.
Dalam audiensi yang ditemui oleh perwakilan DPRD Rembang diantaranya Ketua dan Wakil DPRD, Gus Kamil (Ketua DPC PPP), Fraksi PDI P dan fraksi PKS pada intinya semua menyangkan rencana Pemerintah pusat yang akan menaikan harga BBM dan TDL. Dari perwakilan DPRD Rembang yang menolak dengan tegas terkait rencana kenaikkan BBM dan TDL adalah dari fraksi PPP, Fraksi PDI P, dan Fraksi PKS. Selesainya audiensi perwakilan anggota DPRD tersebut juga ikut menandatangani kain yang terbentang sepanjang 35 meter sebagai tanda dukungan DPRD Rembang atas aksi penolakan FPRR terhadap kenaikan harga BBM dan TDL.
Selasa, 25 Januari 2011
TRAUMA OBONG-OBONGAN PEMILU KADA 2006 TERULANG, POLRES TUBAN ADAKAN DO’A BERSAMA SIRAMAN ROHANI
Dalam rangka menjelang PEMILU KADA Kabupaten Tuban yang akan dilaksanakan pada 1 Maret 2011 mendatang POLRES Tuban mengadakan Do’a Bersama Siraman Rohani dengan tema “MENUJU PEMILU KADA KABUPATEN TUBAN TAHUN 2011 YANG AMAN DAN TERTIB” pada hari Selasa tanggal 25 Januari 2011, Pukul 20:30 s/d 22:48 yang bertempat dilapangan POLRES Tuban. Acara tersebut dibuka untuk umum, dan mengundang para tokoh masyarakat Tuban seperti Riza Salahudin Habibi, SH ( Menantu KH. Mustofa Bisri ), Prof. DR. KH. Abdul Matin, SH dan KH. Musyaffa’. Tokoh nasional juga diundang oleh POLRES Tuban yaitu Prof. KH. Mustofa Bisri ( Gus Mus ) dari Rembang serta mengundang ke-6 Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati yakni 1. Chamim Amir – Ashadi ( Jalur independen ) 2. Kristiawan – Haeny Relawati WD, M.Si 3. Muhammad Anwar – Tulus Setyo Utomo 4. Fatchul Huda – Noor Nahar Husain 5. Setiajid – Bambang Hunter 6. Dr. Bambang Lukmantoro - Edy Toyibi ( Independen ). Dilihat dari temanya yang diusung POLRES Tuban ini tentu sebagai upaya preventif atas kejadian rusuh, anarkis, membakar pendopo Kabupaten Tuban, membakar rumah, membakar gudang 99, membakar SPBU dan membakar hotel milik Bupati terpilih Haeny Relawati WD, M.Si pada PEMILU KADA tahun 2006 yang lalu.
Acara yang ke-1 / pertama sambutan Kapolres Tuban AKBP. Nyoman Lastika, M.Si pada sambutannya Kapolres berharap PEMILIU KADA Kabupaten Tuban yang akan dilaksanakan 1 Maret 2011 berlangsung secara tertib, aman, ukhuwah, bersih, asri, dan aman. Kapolres juga mengatakan yang menang pada PEMILU KADA Kabupaten Tuban 2011 jangan banyak bicara, nantinya bisa memancing amarah yang kalah dan yang kalah harus menerima kekalahannya. Setelah sambutan acara yang ke-1 / pertama oleh Kapolres Tuban sambutan yang ke-2 adalah seorang tokoh Kiai yang dianggap Kiai tertua di Tuban. Beliau adalah Prof. DR. KH. Abdul Matin, SH dalam pidatonya beliau mengatakan “Yang menang dalam PEMILU KADA Kabupaten Tuban adalah masyarakat Tuban”. Maksud dari perkataan beliau tersebut adalah bentuk sikap beliau yang netral dan tidak memihak kepada ke-6 Calon pasangan Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Tuban periode 2011-2016. Cabup dan Cawabup yang menang dalam PEMILU KADA nanti adalah untuk memimpin masyarakat Tuban, jadi yang menang adalah masyarakat Tuban, begitulah kata Prof. DR. KH. Abdul Matin, SH dalam pidatonya. Acara yang ke-3 adalah Zikir dan Do’a yang dipimpin oleh KH. Musyaffa’. Dalam Zikir dan Do’a yang dipimpin KH. Musyaffa’ memanjatkan Do’a semoga seluruh Cabup dan Cawabup diberikan hidayah dan bimbingan oleh Allah S.W.T. Pada acara yang ke-4 adalah penutup yang di isi oleh Prof. KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) dari Rembang, dalam tausiahnya beliau banyak menyampaikan pesan-pesannya kepada audien, terutama untuk masyarakat Tuban dan Cabup – Cawabup. Dalam sambutannya, Gus Mus mengaku di minta POLRES Tuban untuk memberikan tausiah dan Do’a kepada masyarakat Tuban agar PEMILU KADA di Kabupaten Tuban 1 Maret 2011 nanti berlangsung tertib, ukhuwah, bersih, asri, dan aman. Dalam Do’anya Gus Mus mendo’akan Semoga PEMILU KADA ini tertib, aman, tidak ada obong-obongan lagi, semoga semua calon mendapat kebaikan. Dalam sambutannya Gus Mus juga mempersilahkan kepada semua Cabup dan Cawabup untuk meminta dukungan kepada Kiai yang mendukung, asalkan jangan meminta dukungan kepada KPU, Kejaksaan karena itu adalah lembaga yang independen, beliau juga melarang mengajak kampanye Gusti Allah, nanti kualat. Begitulah ujar beliau yang agak nyleneh dan sambil tertawa. Gus Mus juga mendo’akan semoga dapat Kepala Daerah yang takut kepada Gusti Allah dan cinta kepada rakyatnya. Dalam tausiahnya Gus Mus juga bercerita tentang Nabi Muhammad seorang pemimipin yang adil dan ini adalah sebagai contoh yang baik dan harus ditiru Cabup dan Cawabup yang terpilih nanti. Beliau juga bercerita tentang Sunan Bonang yang makamnya ada di Tuban, Sunan Bonang adalah penyebar Agama Islam dengan cinta dan kasih, bahkan dengan seni. Sehingga ada alat musik yang namanya Bonang yang dijadikan media untuk menyebarkan luaskan Islam, beliu bercerita Sunan Bonang karena Sunan Bonang menjadi bagian sejarah Tuban. Gus Mus berpesan agar kampanye dengan cinta dan kasih seperti yang dilakukan Sunan Bonang, yang menang jangan tepuk dada dan yang kalah lapang dada. Dalam menuju perjalanannya untuk memenuhi undangan POLRES Tuban Gus Mus mampir ke salah satu Pondok Pesantren terbesar di Tuban, yaitu Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah dan kebetulan Pengasuh Pondok Pesantren tersebut adalah milik menantunya sendiri yakni Riza Salahudin Habibi, SH yang juga mendapat undangan sebagai tokoh masyarakat Tuban untuk menghadiri undangan Do’a Bersama Siraman Rohani di POLRES Tuban. Jadi dari pihak keamanan POLRES Tuban menjemput dan mengawal Gus Mus beserta Rombongan yang terdiri dari Pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah, Host Ustad Sifa’udin S.Ag yang juga santri Pondok, grup Hadrah Madrasah Aliyah Ash-Shomadiyah dan para santri.
Oleh : M. WIDAD
Mahasiswa Prodi : Ilmu Komunikasi
Fakultas : FISIP
Universitas : UNIROW Tuban
Contac : +6285648214420
Dalam rangka menjelang PEMILU KADA Kabupaten Tuban yang akan dilaksanakan pada 1 Maret 2011 mendatang POLRES Tuban mengadakan Do’a Bersama Siraman Rohani dengan tema “MENUJU PEMILU KADA KABUPATEN TUBAN TAHUN 2011 YANG AMAN DAN TERTIB” pada hari Selasa tanggal 25 Januari 2011, Pukul 20:30 s/d 22:48 yang bertempat dilapangan POLRES Tuban. Acara tersebut dibuka untuk umum, dan mengundang para tokoh masyarakat Tuban seperti Riza Salahudin Habibi, SH ( Menantu KH. Mustofa Bisri ), Prof. DR. KH. Abdul Matin, SH dan KH. Musyaffa’. Tokoh nasional juga diundang oleh POLRES Tuban yaitu Prof. KH. Mustofa Bisri ( Gus Mus ) dari Rembang serta mengundang ke-6 Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati yakni 1. Chamim Amir – Ashadi ( Jalur independen ) 2. Kristiawan – Haeny Relawati WD, M.Si 3. Muhammad Anwar – Tulus Setyo Utomo 4. Fatchul Huda – Noor Nahar Husain 5. Setiajid – Bambang Hunter 6. Dr. Bambang Lukmantoro - Edy Toyibi ( Independen ). Dilihat dari temanya yang diusung POLRES Tuban ini tentu sebagai upaya preventif atas kejadian rusuh, anarkis, membakar pendopo Kabupaten Tuban, membakar rumah, membakar gudang 99, membakar SPBU dan membakar hotel milik Bupati terpilih Haeny Relawati WD, M.Si pada PEMILU KADA tahun 2006 yang lalu.
Acara yang ke-1 / pertama sambutan Kapolres Tuban AKBP. Nyoman Lastika, M.Si pada sambutannya Kapolres berharap PEMILIU KADA Kabupaten Tuban yang akan dilaksanakan 1 Maret 2011 berlangsung secara tertib, aman, ukhuwah, bersih, asri, dan aman. Kapolres juga mengatakan yang menang pada PEMILU KADA Kabupaten Tuban 2011 jangan banyak bicara, nantinya bisa memancing amarah yang kalah dan yang kalah harus menerima kekalahannya. Setelah sambutan acara yang ke-1 / pertama oleh Kapolres Tuban sambutan yang ke-2 adalah seorang tokoh Kiai yang dianggap Kiai tertua di Tuban. Beliau adalah Prof. DR. KH. Abdul Matin, SH dalam pidatonya beliau mengatakan “Yang menang dalam PEMILU KADA Kabupaten Tuban adalah masyarakat Tuban”. Maksud dari perkataan beliau tersebut adalah bentuk sikap beliau yang netral dan tidak memihak kepada ke-6 Calon pasangan Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Tuban periode 2011-2016. Cabup dan Cawabup yang menang dalam PEMILU KADA nanti adalah untuk memimpin masyarakat Tuban, jadi yang menang adalah masyarakat Tuban, begitulah kata Prof. DR. KH. Abdul Matin, SH dalam pidatonya. Acara yang ke-3 adalah Zikir dan Do’a yang dipimpin oleh KH. Musyaffa’. Dalam Zikir dan Do’a yang dipimpin KH. Musyaffa’ memanjatkan Do’a semoga seluruh Cabup dan Cawabup diberikan hidayah dan bimbingan oleh Allah S.W.T. Pada acara yang ke-4 adalah penutup yang di isi oleh Prof. KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) dari Rembang, dalam tausiahnya beliau banyak menyampaikan pesan-pesannya kepada audien, terutama untuk masyarakat Tuban dan Cabup – Cawabup. Dalam sambutannya, Gus Mus mengaku di minta POLRES Tuban untuk memberikan tausiah dan Do’a kepada masyarakat Tuban agar PEMILU KADA di Kabupaten Tuban 1 Maret 2011 nanti berlangsung tertib, ukhuwah, bersih, asri, dan aman. Dalam Do’anya Gus Mus mendo’akan Semoga PEMILU KADA ini tertib, aman, tidak ada obong-obongan lagi, semoga semua calon mendapat kebaikan. Dalam sambutannya Gus Mus juga mempersilahkan kepada semua Cabup dan Cawabup untuk meminta dukungan kepada Kiai yang mendukung, asalkan jangan meminta dukungan kepada KPU, Kejaksaan karena itu adalah lembaga yang independen, beliau juga melarang mengajak kampanye Gusti Allah, nanti kualat. Begitulah ujar beliau yang agak nyleneh dan sambil tertawa. Gus Mus juga mendo’akan semoga dapat Kepala Daerah yang takut kepada Gusti Allah dan cinta kepada rakyatnya. Dalam tausiahnya Gus Mus juga bercerita tentang Nabi Muhammad seorang pemimipin yang adil dan ini adalah sebagai contoh yang baik dan harus ditiru Cabup dan Cawabup yang terpilih nanti. Beliau juga bercerita tentang Sunan Bonang yang makamnya ada di Tuban, Sunan Bonang adalah penyebar Agama Islam dengan cinta dan kasih, bahkan dengan seni. Sehingga ada alat musik yang namanya Bonang yang dijadikan media untuk menyebarkan luaskan Islam, beliu bercerita Sunan Bonang karena Sunan Bonang menjadi bagian sejarah Tuban. Gus Mus berpesan agar kampanye dengan cinta dan kasih seperti yang dilakukan Sunan Bonang, yang menang jangan tepuk dada dan yang kalah lapang dada. Dalam menuju perjalanannya untuk memenuhi undangan POLRES Tuban Gus Mus mampir ke salah satu Pondok Pesantren terbesar di Tuban, yaitu Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah dan kebetulan Pengasuh Pondok Pesantren tersebut adalah milik menantunya sendiri yakni Riza Salahudin Habibi, SH yang juga mendapat undangan sebagai tokoh masyarakat Tuban untuk menghadiri undangan Do’a Bersama Siraman Rohani di POLRES Tuban. Jadi dari pihak keamanan POLRES Tuban menjemput dan mengawal Gus Mus beserta Rombongan yang terdiri dari Pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah, Host Ustad Sifa’udin S.Ag yang juga santri Pondok, grup Hadrah Madrasah Aliyah Ash-Shomadiyah dan para santri.
Oleh : M. WIDAD
Mahasiswa Prodi : Ilmu Komunikasi
Fakultas : FISIP
Universitas : UNIROW Tuban
Contac : +6285648214420
Rabu, 10 November 2010
SEMANGAT PAHLAWAN MAHASISWA REMBANG
Dalam rangka memperingati hari pahlawan, D’MAST (Himpunan Mahasiswa Sarang Tuban) mengadakan kegiatan penanaman 1000 pohon di gunung embung Lodan, daerah tersebut berada didesa Lodan Kec.Sarang Kab. Rembang. Karena D’MAST bukan organisasi yang hanya menyoroti pemerintahan saja, tetapi juga memiliki kepedulian dengan alam dan lingkungan. Didaerah tersebut merupakan daerah dengan dataran tinggi dan berpotensi untuk pertanian karena irigasinya yang cukup dalam memenuhi kebutuhan pengairan bagi masyarakat sekitar, akan tetapi sangat disayangkan karena pepohonannya yang gundul, untuk itulah D’MAST melakukan aksi menanam 1000 pohon dalam memperingati hari pahlawan, dimana tujuannya adalah untuk mensejahterakan masyarakat. Itulah salah satu ciri pahlawan yakni untuk kesejahteraan dan kepentingan umum. Dalam melaksanakan aksi penanaman 1000 pohon ini D’MAST tidak sendirian, ada beberapa lembaga dan organisasi yang membantu antara lain : Pemerintah Kecamatan Sarang dengan melibatkan PU (Pekerjaan Umum) Pemberdaya SDA (Sumber Daya Air) dan Satpol PP. Koramil Sarang, Baresco, Dinas Perhutani Rembang, serta dua kelompok fans musik yaitu Slankers dan J-Rockstrar Sarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal, 09-11-2010 dari pkl. 07:00 s/d 15:30 WIB. Dengan melibatkan 80 relawan. Peringatan hari pahlawan juga dilakukan pada tanggal, 10-11-2010. D’MAST memperingatinya dengan mengadakan donor darah yang bertempat di Puskesmas Kec.Sarang bersinergi dengan PMI Cab. Rembang dan pihak puskesmas Sarang. Karena pahlawan dulu identik dengan darah, untuk itulah memperingati hari pahlawan dengan donor darah yang mengajarkan untuk rela berkorban dan membantu orang lain.
Berbicara tentang pahlawan, D’MAST (Himpunan Mahasiswa Sarang Tuban) yang notabene adalah Mahasiswa sebagai agent of change juga memiliki tugas yang berat seperti para pahlawan. Dalam rangka untuk rencana program kegiatan sesuai dengan visi dan misi, D’MAST memiliki tanggung jawab sosial. Terkait buruknya infrastruktur, dalam hal ini jalan di Kab. Rembang masih banyak jalan yang rusak akan tetapi belum ada program pembangunan jalan oleh pemerintah Kab. Rembang. Kemanakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kab. Rembang? Tentu yang bisa menjawab pertanyaan ini adalah Bupati dan DPRD Kabupaten Rembang karena yang memiliki tugas, wewenang, dan hak membentuk peraturan daerah Kabupaten yang dibahas dengan Bupati untuk mendapat persetujuan bersama,DPRD menetapkan APBD bersama dengan Bupati. DPRD merupakan mitra kerja Bupati (eksekutif). Berhubungan dengan permasalahan tersebut D’MAST (Himpunan Mahasiswa Sarang Tuban) akan melakukan kunjungan ke Bupati dan DPRD Kab. Rembang secepatnya.
Rusaknya jalan yang bertahun-tahun dan belum diperbaharui tentu menjadi cerminan betapa kurangnya profesional / proposinal Bupati dan DPRD Kabupaten Rembang. Hal semacam ini tentu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Dalam demokrasi Rakyat berhak menyampaikan aspirasi dan pengawasan yang dijamin oleh konstitusi, kedaulatan tertinggi milik rakyat bukan milik Bupati dan DPRD. Dalam demokrasi semua keputusan atas nama rakyat, akan tetapi rakyat tidak pernah dilibatkan dalam mengambil keputusan dan keputusan tidak berpihak pada rakyat.
Oleh : M.Widad.
Dalam rangka memperingati hari pahlawan, D’MAST (Himpunan Mahasiswa Sarang Tuban) mengadakan kegiatan penanaman 1000 pohon di gunung embung Lodan, daerah tersebut berada didesa Lodan Kec.Sarang Kab. Rembang. Karena D’MAST bukan organisasi yang hanya menyoroti pemerintahan saja, tetapi juga memiliki kepedulian dengan alam dan lingkungan. Didaerah tersebut merupakan daerah dengan dataran tinggi dan berpotensi untuk pertanian karena irigasinya yang cukup dalam memenuhi kebutuhan pengairan bagi masyarakat sekitar, akan tetapi sangat disayangkan karena pepohonannya yang gundul, untuk itulah D’MAST melakukan aksi menanam 1000 pohon dalam memperingati hari pahlawan, dimana tujuannya adalah untuk mensejahterakan masyarakat. Itulah salah satu ciri pahlawan yakni untuk kesejahteraan dan kepentingan umum. Dalam melaksanakan aksi penanaman 1000 pohon ini D’MAST tidak sendirian, ada beberapa lembaga dan organisasi yang membantu antara lain : Pemerintah Kecamatan Sarang dengan melibatkan PU (Pekerjaan Umum) Pemberdaya SDA (Sumber Daya Air) dan Satpol PP. Koramil Sarang, Baresco, Dinas Perhutani Rembang, serta dua kelompok fans musik yaitu Slankers dan J-Rockstrar Sarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal, 09-11-2010 dari pkl. 07:00 s/d 15:30 WIB. Dengan melibatkan 80 relawan. Peringatan hari pahlawan juga dilakukan pada tanggal, 10-11-2010. D’MAST memperingatinya dengan mengadakan donor darah yang bertempat di Puskesmas Kec.Sarang bersinergi dengan PMI Cab. Rembang dan pihak puskesmas Sarang. Karena pahlawan dulu identik dengan darah, untuk itulah memperingati hari pahlawan dengan donor darah yang mengajarkan untuk rela berkorban dan membantu orang lain.
Berbicara tentang pahlawan, D’MAST (Himpunan Mahasiswa Sarang Tuban) yang notabene adalah Mahasiswa sebagai agent of change juga memiliki tugas yang berat seperti para pahlawan. Dalam rangka untuk rencana program kegiatan sesuai dengan visi dan misi, D’MAST memiliki tanggung jawab sosial. Terkait buruknya infrastruktur, dalam hal ini jalan di Kab. Rembang masih banyak jalan yang rusak akan tetapi belum ada program pembangunan jalan oleh pemerintah Kab. Rembang. Kemanakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kab. Rembang? Tentu yang bisa menjawab pertanyaan ini adalah Bupati dan DPRD Kabupaten Rembang karena yang memiliki tugas, wewenang, dan hak membentuk peraturan daerah Kabupaten yang dibahas dengan Bupati untuk mendapat persetujuan bersama,DPRD menetapkan APBD bersama dengan Bupati. DPRD merupakan mitra kerja Bupati (eksekutif). Berhubungan dengan permasalahan tersebut D’MAST (Himpunan Mahasiswa Sarang Tuban) akan melakukan kunjungan ke Bupati dan DPRD Kab. Rembang secepatnya.
Rusaknya jalan yang bertahun-tahun dan belum diperbaharui tentu menjadi cerminan betapa kurangnya profesional / proposinal Bupati dan DPRD Kabupaten Rembang. Hal semacam ini tentu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Dalam demokrasi Rakyat berhak menyampaikan aspirasi dan pengawasan yang dijamin oleh konstitusi, kedaulatan tertinggi milik rakyat bukan milik Bupati dan DPRD. Dalam demokrasi semua keputusan atas nama rakyat, akan tetapi rakyat tidak pernah dilibatkan dalam mengambil keputusan dan keputusan tidak berpihak pada rakyat.
Oleh : M.Widad.
Langganan:
Postingan (Atom)